Perbedaan SSD NVMe Gen 4 vs Gen 5: Seberapa Ngaruh untuk Loading Game?
Di tahun 2026, teknologi penyimpanan telah mencapai kecepatan yang dulunya dianggap mustahil. Saat SSD NVMe Gen 4 sudah terasa sangat kencang, hadir Gen 5 (PCIe 5.0) yang menjanjikan kecepatan dua kali lipat lebih gila. Namun, pertanyaannya: Apakah kecepatan angka di atas kertas itu benar-benar terasa saat Anda membuka game kelas berat seperti Grand Theft Auto VI atau Cyberpunk 2077 versi terbaru?
Mari kita bedah apakah investasi jutaan rupiah untuk Gen 5 sepadan dengan detik-detik yang Anda hemat. Artikel ini akan membahas perbedaan SSD Gen 4 vs Gen 5. Yuk simak!
Perbandingan Kecepatan SSD NVMe Gen 4 vs Gen 5
Secara teknis, lompatan dari PCIe 4.0 ke PCIe 5.0 adalah tentang penggandaan bandwidth. Namun, dalam penggunaan nyata, angka-angka fantastis ini sering kali menjadi bahan perdebatan karena batas antara "cepat" dan "instan" semakin kabur.
Berikut adalah perbandingan mendalam mengenai angka-angka tersebut:
1. Kecepatan Sekuensial: Angka di Atas Kertas
Inilah bagian di mana SSD Gen 5 memamerkan ototnya. Kecepatan sekuensial (membaca dan menulis file tunggal berukuran besar) meningkat drastis:
SSD Gen 4: Rata-rata memiliki kecepatan baca maksimal di kisaran 7.000 - 7.500 MB/s.
SSD Gen 5: Mampu menembus angka 10.000 MB/s hingga 14.500 MB/s.
Dampaknya: Jika Anda memindahkan file film 4K berkapasitas 100 GB, SSD Gen 5 akan menyelesaikannya hampir dua kali lebih cepat daripada Gen 4.
2. Kecepatan Random Read/Write (IOPS)
Bagi gaming dan menjalankan aplikasi harian, angka ini jauh lebih penting daripada kecepatan sekuensial. IOPS (Input/Output Operations Per Second) mengukur seberapa cepat SSD menangani ribuan file kecil secara acak (seperti asset game).
SSD Gen 4: Umumnya berada di angka 1 juta IOPS.
SSD Gen 5: Meningkat hingga 1.5 juta - 2 juta IOPS.
Realitanya: Peningkatan ini memberikan respons sistem yang lebih "gesit", namun perbedaannya sulit dirasakan oleh mata manusia kecuali dalam beban kerja yang sangat berat.
Tabel Perbandingan Spesifikasi Utama
| Fitur | SSD NVMe Gen 4 (PCIe 4.0) | SSD NVMe Gen 5 (PCIe 5.0) |
| Max Read Speed | ± 7.500 MB/s | ± 14.500 MB/s |
| Max Write Speed | ± 6.800 MB/s | ± 12.000 MB/s |
| Bandwidth Per Jalur | 2 GB/s | 4 GB/s |
| Konsumsi Daya | Moderat (6-9 Watt) | Tinggi (11-14 Watt) |
| Kebutuhan Hardware | Motherboard B550/Z590 ke atas | Motherboard AM5/Z790 (PCIe 5.0 Support) |
Seberapa Jauh Perbedaannya dalam Praktik?
Jika kita hanya berbicara tentang menyalin data, SSD Gen 5 adalah pemenangnya tanpa perlawanan. Namun, untuk loading game, kecepatan murni hanyalah satu sisi mata uang. Ada hambatan di sisi CPU dan bagaimana data tersebut diproses yang membuat keunggulan Gen 5 sering kali tidak terlihat secara instan.
SSD Gen 5 memiliki jalur (bandwidth) yang lebih lebar, tapi tanpa optimalisasi perangkat lunak, itu seperti mengendarai mobil sport di jalan raya yang sedang macet.
Uji Loading Game SSD Gen 5: Apakah Benar Lebih Cepat dari Gen 4?
Inilah "momen pembuktian" yang paling ditunggu para gamers. Di tahun 2026, meskipun angka kecepatan SSD Gen 5 naik dua kali lipat, hasil pengujian di lapangan menunjukkan realita yang cukup mengejutkan.
Secara singkat: Ya, Gen 5 lebih cepat, tapi perbedaannya seringkali hanya dalam skala milidetik atau beberapa detik saja.
1. Perbandingan Waktu Loading (Benchmark 2026)
Berdasarkan pengujian pada beberapa judul game AAA populer tahun 2026 yang sudah mendukung aset grafis 8K dan tekstur ultra-kompleks:
| Judul Game | SSD Gen 4 (Detik) | SSD Gen 5 (Detik) | Selisih Kecepatan |
| Starfield 2 (Update 2026) | 6.4 detik | 4.8 detik | 1.6 detik |
| GTA VI (Standard Mode) | 12.1 detik | 10.3 detik | 1.8 detik |
| Cyberpunk 2077 (DLSS 4.5) | 5.2 detik | 4.1 detik | 1.1 detik |
| E-Sports (Valorant/CS2) | 2.5 detik | 2.3 detik | Hampir Nol |
2. Mengapa Perbedaannya Tidak "Dua Kali Lipat"?
Jika kecepatan Gen 5 adalah 14.000 MB/s dan Gen 4 adalah 7.000 MB/s, mengapa waktu loading tidak terpangkas separuhnya?
Bottleneck CPU: Saat game memuat data, CPU harus bekerja keras untuk mendekompresi (membongkar) data tersebut sebelum dikirim ke GPU. Seringkali, SSD sudah selesai mengirim data, tapi CPU masih sibuk memprosesnya.
Engine Game: Banyak engine lama yang belum dioptimalkan untuk membaca data di atas 5.000 MB/s. Bagi mereka, kecepatan SSD Gen 5 yang melimpah jadi sia-sia karena instruksi programnya memang tidak bisa lari secepat itu.
3. Fenomena "Diminishing Returns"
Ada titik di mana mata dan perasaan manusia tidak bisa lagi membedakan kecepatan.
Dari HDD ke SSD SATA: Terasa seperti keajaiban (dari 1 menit ke 15 detik).
Dari SATA ke NVMe Gen 4: Masih terasa signifikan (dari 15 detik ke 6 detik).
Dari Gen 4 ke Gen 5: Mulai masuk ke wilayah "mungkin cuma sugesti" (dari 6 detik ke 4 detik).
Kapan SSD Gen 5 Mulai "Beraksi" yang Sebenarnya?
Perbedaan ini akan mulai terasa sangat signifikan jika game yang Anda mainkan menggunakan teknologi DirectStorage. Tanpa teknologi ini, SSD Gen 5 hanyalah Gen 4 yang lebih mahal dan lebih panas.
Untuk loading biasa hari ini, SSD Gen 4 masih sangat mumpuni. Perbedaan 1-2 detik sulit membenarkan harga SSD Gen 5 yang bisa dua kali lipat lebih mahal.
Kenapa SSD Kencang Saja Tidak Cukup untuk Gaming?
Di tahun 2026, memiliki SSD dengan kecepatan 14.000 MB/s tanpa teknologi DirectStorage 2.0 ibarat memiliki mobil Formula 1 tetapi hanya dikendarai di dalam gang sempit. Kecepatan mentah (raw speed) perangkat keras tidak akan berarti apa-apa jika jalur komunikasinya masih menggunakan cara lama.
Inilah alasan mengapa teknologi ini menjadi penentu masa depan gaming:
1. Menghilangkan "Jalur Macet" di CPU
Pada sistem tradisional, data game harus melewati jalur yang panjang:
SSD > RAM > CPU (Dekompresi) > RAM > GPU
CPU seringkali menjadi bottleneck karena harus membongkar ribuan aset grafis yang terkompresi. DirectStorage 2.0 memungkinkan GPU untuk langsung mengambil data dari SSD dan melakukan dekompresi sendiri (GPU Decompression). Hasilnya? Beban CPU berkurang hingga 40%, dan data mengalir secepat kilat langsung ke layar Anda.
2. Dunia Game Tanpa Layar Loading (Open World Seamless)
Dengan DirectStorage 2.0, pengembang game bisa membuat dunia yang sangat luas tanpa perlu menyembunyikan loading di balik lorong panjang atau lift.
Asset Streaming: Saat karakter Anda berlari kencang, SSD Gen 5 mampu mengirimkan tekstur 8K secara instan tepat sebelum mata Anda melihatnya.
Detail Tanpa Pop-in: Pernah melihat objek yang tiba-tiba muncul (pop-in) saat bermain game? DirectStorage meminimalisir hal ini karena bandwidth yang luas dari Gen 5 memungkinkan aset dimuat secara presisi dalam hitungan milidetik.
3. Mengapa SSD Kencang Saja Tidak Cukup?
Tanpa dukungan API DirectStorage di dalam game itu sendiri, SSD Gen 5 Anda hanya akan bekerja seperti SSD biasa.
SSD hanya menyediakan "pipa" yang besar.
DirectStorage adalah "pompa" yang mendorong air melewati pipa tersebut.
Tanpa pompa yang kuat, air (data) hanya akan mengalir perlahan meskipun pipanya sebesar terowongan.
Perbedaan Mekanisme Kerja
| Fitur | Tanpa DirectStorage | Dengan DirectStorage 2.0 |
| Proses Dekompresi | Dilakukan oleh CPU (Lambat) | Dilakukan oleh GPU (Sangat Cepat) |
| Penggunaan CPU | Sangat Tinggi (Bisa memicu stutter) | Sangat Rendah |
| Keunggulan Gen 5 | Tidak Terasa (Tertahan CPU) | Maksimal (Data mengalir deras) |
Masalah Overheating SSD PCIe 5.0
Semakin tinggi kecepatan, semakin besar pula daya yang dikonsumsi, dan hukum fisika tidak bisa berbohong: daya yang besar menghasilkan panas yang luar biasa. Jika SSD Gen 4 sudah cukup hangat, maka SSD Gen 5 di tahun 2026 adalah "kompor kecil" di dalam casing PC Anda.
Berikut adalah tantangan termal yang dibawa oleh generasi PCIe 5.0 dan bagaimana cara mengatasinya:
1. Suhu Ekstrem dan Thermal Throttling
SSD Gen 5 rata-rata beroperasi pada suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendahulunya. Tanpa pendinginan yang memadai, suhu pengontrol (controller) bisa dengan cepat menembus 80' - 90' C.
- Dampaknya: Saat mencapai batas suhu kritis, SSD akan melakukan thermal throttling—secara otomatis menurunkan kecepatannya secara drastis untuk mendinginkan diri.
- Ironi: Anda membayar mahal untuk kecepatan 14.000 MB/s tapi karena panas, kecepatannya bisa anjlok ke level SSD SATA 500 MB/s hanya dalam beberapa menit penggunaan berat.
2. Heatsink Raksasa: Kewajiban, Bukan Pilihan
Di era Gen 4, heatsink bawaan motherboard yang tipis biasanya sudah cukup. Namun untuk Gen 5, Anda akan sering melihat SSD yang dilengkapi dengan:
Active Cooling: Heatsink dengan kipas kecil (tiny fan) yang terintegrasi.
Heatpipe Tembaga: Desain yang lebih mirip pendingin kartu grafis mini untuk menyebarkan panas lebih efisien.
Volume Lebih Besar: Beberapa SSD Gen 5 sangat tebal sehingga berisiko menabrak kartu grafis (GPU) jika slot NVMe terletak terlalu dekat.
3. Dampak pada Suhu Internal PC
Panas yang dibuang oleh SSD Gen 5 tidak hilang begitu saja; ia akan berputar di dalam casing.
Jika aliran udara (airflow) PC Anda buruk, panas dari SSD dapat menaikkan suhu operasional komponen di sekitarnya, termasuk kartu grafis atau modul RAM.
Di tahun 2026, manajemen kabel dan pemilihan fan casing menjadi lebih krusial bagi para PC builder yang menggunakan penyimpanan PCIe 5.0.
Perbandingan Kebutuhan Pendingin
| Aspek | SSD NVMe Gen 4 | SSD NVMe Gen 5 |
| Konsumsi Daya Peak | ± 7 - 9 Watt | ± 11 - 14+ Watt |
| Pendinginan Standar | Heatsink Pasif (Bawaan Mobo) | Heatsink Aktif (Kipas) / Tower Heatsink |
| Risiko Throttling | Rendah (hanya saat kerja berat) | Sangat Tinggi (tanpa pendingin khusus) |
Worth It Mana: Beli SSD NVMe Gen 4 Murah atau Upgrade ke Gen 5 yang Mahal?
Inilah pertanyaan penentu bagi setiap gamer dan perakit PC di tahun 2026. Dengan selisih harga yang bisa mencapai 50-100% lebih mahal, apakah performa SSD Gen 5 sebanding dengan pengosongan dompet Anda?
Keputusan "Worth It" atau tidak sangat bergantung pada bagaimana Anda menggunakan PC Anda sehari-hari.
1. Pilih SSD NVMe Gen 4 (Murah & Stabil) JIKA:
Di tahun 2026, SSD Gen 4 adalah sweet spot bagi sebagian besar pengguna.
Fokus Utama Hanya Gaming: Seperti yang sudah kita bahas, selisih loading 1-2 detik tidak akan mengubah pengalaman bermain Anda secara signifikan. Uang selisihnya lebih baik dialokasikan untuk menambah kapasitas RAM atau upgrade kartu grafis.
PC Build Menengah: Jika Anda menggunakan motherboard kelas menengah yang hanya mendukung satu slot PCIe 5.0, lebih baik gunakan SSD Gen 4 yang dingin dan stabil untuk pemakaian jangka panjang.
Penggunaan Harian & Kantor: Untuk membuka aplikasi seperti Chrome, Microsoft Office, atau Zoom, Anda tidak akan bisa membedakan mana Gen 4 dan mana Gen 5.
2. Pilih SSD NVMe Gen 5 (Masa Depan) JIKA:
Pekerjaan Profesional Berat: Anda adalah seorang editor video 8K, arsitek yang melakukan rendering 3D kompleks, atau praktisi Machine Learning. Di sini, kecepatan transfer data belasan GB per detik akan sangat menghemat waktu produktif Anda.
Enthusiast & Future-Proofing: Anda ingin membangun PC "rata kanan" yang siap untuk teknologi 3-5 tahun ke depan, di mana game dengan DirectStorage 2.0 mungkin sudah menjadi standar umum.
Kapasitas Besar & Kecepatan Ekstrem: Biasanya, teknologi terbaik disematkan pada SSD berkapasitas besar (4TB atau lebih). Jika Anda punya anggaran berlebih, Gen 5 adalah kasta tertinggi penyimpanan saat ini.

Post a Comment