Intermittent Fasting: Pengertian, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Diet Puasa Intermittent Fasting  Memiliki tubuh yang ideal merupakan idaman bagi setiap orang. Baik pria maupun wanita rela melakukan berbagai macam cara untuk mencapai body goals.

Beberapa tahun yang lalu diet OCD menjadi andalan bagi orang-orang yang ingin memiliki badan ideal. Seiring berjalannya waktu, bermunculan program diet baru yang diklaim ampuh menurunkan berat badan. Salah satunya adalah diet puasa atau intermittent fasting.

Secara teori, intermittent fasting tak jauh berbeda dengan OCD, yakni sama-sama membatasi makanan yang masuk ke tubuh dengan cara berpuasa. Lalu seperti apa penjelasan dari diet puasa yang mulai populer dari tahun 2019 ini?


Pengertian Diet Puasa atau Intermittent Fasting

Dari banyaknya program diet yang ada, diet dengan cara berpuasa menjadi primadona karena caranya terbilang mudah. Hanya dengan mengatur pola makan dalam waktu tertentu secara konsisten, berat badan yang ideal akan didapatkan.

Diet puasa atau istilah kerennya intermittent fasting adalah metode diet yang dipopulerkan oleh dokter dan pakar fitnes dunia seperti Martin Berkhan, Brad Pilon, dr. Michael Mosley, hingga Deddy Corbuzier dengan OCD-nya.

Perbedaan intermittent fasting dengan diet biasa adalah kalau deit biasa kita diharuskan mengurangi asupan makanan yang masuk ke tubuh. Sedangkan intermittent fasting lebih ke mengatur kapan waktu makan dan kapan harus berhenti makan.

Sama saja dengan puasa Ramadhan, ada waktu sahur dan ada waktu buka. Hanya saja waktunya kita yang menentukan. Tidak mesti makan sebelum subuh atau puasa hingga waktu maghrib.

Panduan Diet Puasa

Mengatur waktu makan bukan berarti bebas mengikuti kemauan Anda. Karena dalam intermittent fasting ada peraturan atau cara yang wajib diikuti. Anda bisa memilih mau menggunakan cara yang mana, pastikan cara tersebut disesuaikan dengan aktivitas harian.

Berikut tiga cara diet puasa intermittent fasting:

1. The 16/8 Method

Diet puasa dengan metode 16/8 adalah diet yang dilakukan dengan membagi waktu makan dan waktu puasa. Misalnya dalam waktu 16 jam Anda harus puasa secara penuh, tidak boleh mengonsumsi makanan apapun kecuali air mineral.

Dan dalam waktu 8 jam berikutnya Anda boleh mengonsumsi makanan apa saja. Sebagai contoh Anda mulai berpuasa pukul 6 sore sampai pukul 10 pagi. Lalu di jam 10 pagi sampai 6 sore Anda baru diperbolehkan makan kembali.

2. Eat-Stop-Eat Method

Cara selanjutnya adalah dengan metode eat-stop-eat. Boleh dibilang ini adalah cara paling ekstrem karena Anda tidak boleh mengonsumsi makanan selama 24 jam, hanya boleh minum air putih, kopi, dan minuman tanpa kalori saja.

Sebagai contoh, Anda mulai makan di jam makan siang, setelah itu Anda tidak diizinkan untuk makan lagi sampai waktu makan siang di hari berikutnya.

Jika Anda memilih untuk menggunakan cara intermittent fasting ini, pastikan asupan makanan diatur sebaik mungkin. Konsumsi makanan yang bergizi tinggi.

3. The 5:2 Diet Method

Cara terakhir yang bisa Anda coba adalah metode the 5:2 diet yang juga dikenal dengan fast diet. Metodenya adalah 5 hari makan dan 2 hari mengatur makan.

Untuk melakukannya Anda bisa makan dengan normal selama 5 hari, dan 2 hari berikutnya Anda hanya boleh mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori 500-600 atau sama dengan satu porsi makanan.

Sebagai informasi, satu bungkus mie instan memiliki 420 kalori. Sedangkan nasi Padang memiliki jumlah kalori 664 atau lebih tergantung lauknya.

Metode ini mungkin akan terasa berat saat pertama kali dijalani. Tapi dengan niat yang sungguh-sungguh, seiring berjalannya waktu Anda pasti akan terbiasa.

Tips Diet Puasa atau Intermittent Fasting

Sudah membulatkan tekad untuk memulai diet puasa atau intermittent fasting? Sebelum memulainya, pastikan Anda mengetahui tips-tips berikut agar diet yang dilakukan berhasil. Karena pada dasarnya tubuh kita harus beradaptasi dengan sesuatu yang baru.

  • Banyak minum air mineral agar tubuh terhindar dari dehidrasi dan kuat dalam menjalani diet ini.
  • Ada baiknya waktu puasa dimulai saat jam tidur atau saat aktivitas harian sudah selesai. Tujuannya agar Anda dapat melewati diet ini dengan mudah.
  • Buang jauh-jauh pikiran kalau waktu puasa adalah saat dimana tubuh merasa lapar. Fokuskan pikiran kalau waktu puasa adalah saat tubuh beristirahat mengonsumsi makanan.
  • Saat menjalani diet puasa intermittent fasting, Anda juga harus melakukan aktivitas yang mengeluarkan keringat secara teratur. Contohnya jogging ataupun skipping.

Meskipun diet ini aman dan sudah mendapat rekomendasi dari pakar kesehatan, tapi bukan berarti Anda bebas melakukannya. Ada orang yang dilarang mengikuti diet ini karena memiliki riwayat medis tertentu.

  • Orang yang memiliki penyakit diabetes
  • Orang yang memiliki masalah pada gula darah
  • Orang yang memiliki tekanan darah rendah
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan medis
  • Orang yang memiliki penyakit magh atau lambung
  • Orang yang sedang sakit
  • Wanita yang sedang menjalani program hamil
  • Wanita yang sedang menstruasi
  • Wanita hamil atau menyusui

Manfaat Diet Puasa (Intermittent Fasting)

Menurut para ahli di bidang kesehatan, puasa memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Bahkan jauh sebelum teknologi berkembang, puasa sudah menjadi gaya hidup sehat yang dilakukan orang-orang zaman dulu.

Selain menurunkan berat badan, diet puasa atau intermittent fasting dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Karena pada dasarnya saat berpuasa tubuh melakukan peremajaan dan perbaikan menyeluruh terhadap fungsi organ.

Yang wajib Anda ingat, program diet akan berhasil kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jika tekad Anda sudah bulat untuk memulai intermittent fasting, jangan lupa untuk tetap menjaga nutrisi dalam tubuh dan rajin berolahraga.

Selain itu, gaya hidup juga harus diperhatikan untuk mempertahankan berat badan agar tetap ideal. Jangan sampai perjuangan diet berbulan-bulan gagal hanya karena gaya hidup yang buruk.

Akhir kata semoga penjelasan tentang diet puasa atau intermittent fasting ini bisa memberikan manfaat untuk Anda yang ingin memiliki berat badan ideal. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar, ya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel